Dari 40 bungkus sisa, jadi habis sebelum jam 10
Bu Rina jualan es mambo di depan rumah yang dekat SD. Resepnya dari video: air, SKM, dan pewarna. Minggu pertama laku 30 bungkus sehari. Minggu ketiga tinggal belasan, sisanya menumpuk di freezer.
Ternyata anak-anak bilang esnya "keras, susah digigit". Bu Rina mengubah dua hal: menambahkan maizena dengan takaran tepat dan memasak adonan sampai benar-benar matang. Ia juga mulai mencatat semua pengeluaran — termasuk plastik dan gas — dan sadar harga Rp500 yang ia pasang hampir tidak menyisakan untung.
Ia menaikkan harga ke Rp1.000 dengan rasa dan tekstur yang lebih enak. Pembeli tidak berkurang; anak-anak justru membawa teman.
Kisah ini adalah ilustrasi yang disusun dari pola umum pengalaman penjual es rumahan, bukan kutipan orang tertentu. Hasil tiap penjual berbeda-beda.